52 th Bung Karno oleh Pusat Studi Hukum Fakultas Syariah (PSH FS)

Lab Terpadu IAI Al Qolam | Gelegar peringatan haul bung Karno ramai digemborkan pada bulan Juni-Juli lalu. Pun di Al Qolam, Pusat Studi Hukum Fakultas Syariah (PSH FS)  IAI Al Qolam juga turut serta meramaikan moment tersebut. Bertepatan hari Rabu, 20 Juli 2022 PSHFS mengelar kegiatan Haul Bung Karno yang ke 52 tahun. Kegiatan ini diramaikan dengan mengundang seluruh ketua OMIK IAI Al Qolam dan berlangsung kurang lebih 3 jam terhitung mulai pukul 14.00.

Dalam kegiatan tersebut, Doa bersama dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan bapak bangsa. Tidak hanya itu, reopening memories tentang perjuangan bapak bangsa juga memadati acara tersebut. Dengan menceritakan kembali sejarah bung Karno dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, yang dalam kegiatan ini diulas 3 poin sejarah yang telah dilalui oleh bung Karno. 3 poin sejarah tersebut meliputi “Riwayat hidup Soekarno” yang disampaikan oleh bapak  Bahrul Ulum, S.HI, M.A selaku kaprodi Akhwal Asy-Syakhsiyah (AS), “Marhaenisme Soekarno” yang didibawakan oleh bung Ihya Ulumuddin selaku mantan ketua umum GMNI komisariat IAI Al Qolam. Dan yang terakhir disampaikan oleh pengurus PSHFS divisi Litbang, Nuril Miladi Fiaunillah dengan tajuk materi “Reforma Agraria Era Soekarno”

Dua foto diatas didokumentasikan seusai 2 pembicara menyampaikan materinya. Gambar sebelah kiri bapak berjaket hitam dan sarung biru, Kaprodi AS bapak H. Bahrul Ulum, S.HI, M.A dan gambar sebelah kanan yang mengenakan batik hijau, bung Ihya Ulumuddin ketika menerima penghargaan pemateri oleh panitia penyelenggara Haul Bung Karno ini.

            Masih ingat sekali ketika bapak H. Bahrul Ulum, S.HI, M.A menceritakan riwayat hidup bung Karno yang jarang sekali disadari oleh banyak orang, yakni tentang kedekatan bung Karno dengan para ulama zaman kemerdekaan.

            “Tidak banyak yang menyadari, selain sebagai bapak bangsa, beliau (Bung Karno) jugamemiliki kedekatan dengan para ulama, beliau sangat menghormati ulama. Dimana dalam setiap sebelum memutuskan sesuatu, beliau (Bung Karno) selalu sowan dan minta pendapat terlebih dahulu kepada para ulama. Bukti nyata kedekatan beliau dengan para ulama salah satunya dibuktikan dengan sosok ulama yang beliau pilih sebagai pendamping memproklamasikan kemerdekaan yakni KH. Muhammad Hatta” Ujar bapak kaprodi AS sembari mengakhiri materinya.

            Juga bung Ihya yang menambahkan :

“JAS MERAH, Jangan sekali-kali melupakan sejarah” yang mengingatkan kembali pesan bung Karno pada pidato kemerdekaan.

Lain dari kisah riwayat hidup dan pemikiran Marhenisme Soekarno yang disampaikan oleh dua pemateri tersebut. Salah satu sejarah kebijakan Bung Karno “Reforma Agraria” juga tidak kalah indah untuk diceritakan kembali. Dimana perempuan dalam gambar diatas, Nuril Miladi, Pengurus PSH FS divisi penelitian dan pengembangan (div Litbang) itu, bercerita tentang perjuangan bung Karno mensejahterakan rakyat Indonesia pasca kemerdekaan yakni perlawanan terhadap politik tuan tanah hingga kisah  pada peraturan, pembagian serta pembatasan hak atas tanah yang tersusun pada UU No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Pertanahan (UUPA) yang dibuat pada masa pemerintahan Bung Karno.

Dengan telah disampaikannya 3 materi pada Haul Bung Karno sore itu, maka berakhir pula acara Haul Bung Karno tersebut. Dimana dalam akhir kegiatan itu, diadakan pula sesi foto dan makan bersama sebagai tanda bahwa acara ini resmi ditutup. Sekian.

 

~Report by Nurilmild, Fakultas Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *