
Kunjungi Universitas Al-Qolam, STAI Miftahul Ulum Lumajang Pelajari Tata Kelola Kampus Pesantren yang Terus Berkembang
Malang – Pada 21 Agustus 2024, STAI Miftahul Ulum Lumajang menggelar kegiatan benchmarking di Meeting Room Universitas Al-Qolam Malang. Kegiatan ini bertujuan mempelajari tata kelola, administrasi, layanan, serta sistem informasi di Universitas Al-Qolam, yang dinilai berkembang pesat sebagai kampus berbasis pesantren dan memiliki capaian yang sebanding dengan perguruan tinggi lain di Malang, kota yang dikenal sebagai Kota Pendidikan.
“Universitas Al-Qolam Malang menjadi rujukan kampus NU berbasis pesantren dan berada di peringkat kedua terbaik di Malang,” ungkap Moch. Hesan, S.Pd., M.Sos. Dalam sambutannya, Ketua STAI Miftahul Ulum tersebut menambahkan bahwa kemampuan mengelola perguruan tinggi, baik dari sisi administrasi maupun kurikulum, merupakan aspek yang sangat penting. Ia berharap pihaknya dapat menimba ilmu dari Universitas Al-Qolam.
Menurut Hesan, Al-Qolam berkembang sangat cepat di berbagai bidang, mulai dari publikasi jurnal, layanan mahasiswa, kurikulum pendidikan, hingga sistem informasi dan administrasi yang mudah dipahami serta efisien. “Karena itu, STAI Miftahul Ulum perlu belajar dari hal tersebut demi kemajuan kampus kami,” tuturnya.
Kegiatan benchmarking ini juga menunjukkan bahwa Universitas Al-Qolam telah menjadi tren sekaligus acuan langkah pengembangan bagi kampus NU maupun kampus berbasis pesantren lainnya. Rektor Universitas Al-Qolam Malang, Dr. KH. Muhammad Adib, M.Ag., menceritakan sejarah kampus tersebut. “Kampus Al-Qolam berdiri pada 1985 sebagai kampus 2 Universitas Islam Malang (Unisma). Pada 1997 berubah menjadi STAI Al-Qolam, lalu pada 2014 menjadi institut, dan pada 2024 secara resmi menjadi Universitas Al-Qolam Malang,” ujarnya.
Adib mengakui bahwa perkembangan kampusnya berawal dari bawah. “Meski dianggap berkembang cepat, Al-Qolam berangkat dari perjuangan. Dulu kami belum fokus menjadi kampus unggul, melainkan bagaimana bertahan. Bisa survive saja sudah sangat disyukuri,” kelakarnya yang disambut tawa peserta. Ia menambahkan, setiap perguruan tinggi memiliki proses dan harus ditopang fondasi yang kuat. “Kami yakin STAI Miftahul Ulum Lumajang memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh dan menjadi kekuatan Civil Society di Jawa Timur.”
Dengan demikian, kegiatan benchmarking ini menjadi salah satu tahapan dalam mempererat silaturahmi antara STAI Miftahul Ulum Lumajang dan Universitas Al-Qolam Malang.
